Boro, 24-27 Oktober 2023

SMA Strada Santo Thomas Aquino dalam rangka mengimplementasikan Misi Perkumpulan Strada yang pertama, yaitu “Menyelenggarakan Pendidikan Yang Unggul Bagi Kaum Muda Agar Berkembang Menjadi Pribadi Yang Cerdas, Peduli, dan Berkarakter” kembali menyelenggarakan kegiatan Live In bagi peserta didik kelas XI. Setelah terakhir menyelenggarakan live in di tahun 2019 dan vacum selama kurang lebih 3 tahun akibat pandemi covid-19, kini SMA Strada St. Thomas Aquino kembali menyelenggarakan kegiatan live in sebagai sarana menggali pengalaman siswa dalam hidup di lingkungan masyarakat.

Sebanyak 16 guru pendamping beserta kepala sekolah menjadi panitia pelaksana kegiatan live in tahun ini. Kegiatan Live In tahun 2023 mengusung tema : “Mencari Makna Dalam Budaya Untuk Hidup Berkelanjutan”. Melalui pemiliha tema ini, kegiatan live in 2023 memiliki tujuan agar seluruh peserta didik mendapatkan pengalaman hidup dan lebih terlatih sifat kemandirian, peduli, dan mampu bekerja sama dengan orang lain. Dengan kegiatan live in ini, peserta didik mencari dan menggali pengalaman sehingga seluruh peserta didik memiliki bekal untuk hidup kedepannya.

Perjalanan yang menakjubkan itu di mulai dari hari senin tanggal 23 Oktober 2023. Seluruh siswa kelas 11 SMA Strada St. Thomas Aquino beserta 16 guru pendamping memulai perjalanan yang menakjubkan dengan kegiatan “Live In” di Boro, Kulon Progo Yogyakarta. Perjalanan dari sekolah, yang dimulai pukul 16.10, berlangsung selama 14 jam yang panjang namun penuh semangat. Begitu tiba di Boro, mereka disambut oleh Panitia Boro di Gereja Katolik Santa Theresia Liseux, menciptakan atmosfer yang hangat dan ramah. Dari sini perjalanan para thomasian untuk mencari makna dalam budaya di Boro dimulai.

Rangkaian Kegiatan
Hari 1 : Selasa, 24 Oktober 2023

Seluruh thomasian peserta live in 2023 sudah tiba di Gereja Paroki St. Theresia Liseux Boro dengan kondisi yang tetap bersemangat. Setelah menyantap sarapan lezat dan mendapatkan arahan dari panitia, seluruh siswa dengan penuh antusiasme diantarkan ke lingkungan masing-masing. Masing-masing lingkungan, seperti Gerpule, Gejlig, Nglebeng, Sorotanon, Blumbang, Kalijeruk, Jurang Depok, Boro Gunung, Kembang, dan Boro Suci, menampilkan keunikan budaya dan pesona alam yang berbeda, sambutannya pun hangat dan penuh kebaikan.

Dalam kehangatan tersebut, para ketua lingkungan memberikan arahan kepada siswa dan guru pendamping menyerahkan siswa kepada orang tua asuh masing-masing. Setiap kepala keluarga asuh terdiri dari dua siswa, yang saling mendukung dan mengenal satu sama lain dengan lebih dekat. Proses dinamisasi ini menjadi ruang untuk memahami kehidupan sehari-hari masyarakat Boro dan mengenal nilai-nilai kebersamaan yang tercermin dari sikap ramah tamah warga setempat.

Pada sore harinya, semua siswa berkumpul di Kapel untuk merenungkan dan merefleksikan pengalaman mereka pada hari pertama kegiatan “Live In”. Dengan suasana yang khidmat, mereka berbagi pengalaman dan pemahaman yang mereka dapatkan, serta menyoroti pentingnya kerja sama, toleransi, dan saling pengertian antarbudaya.

Hari 2 : Rabu, 25 Oktober 2023

Hari kedua seluruh thomasian kelas XI mengawali aktivitas bersama keluarga masing-masing. Dari penuturan beberapa keluarga, seluruh peserta didik dapat mengikuti seluruh aktivitas dengan baik. Berdasarkan penuturan keluarga yang ditempati oleh salah satu peserta didik SMA Strada Santo Thomas Aquino, mereka sangat antusias mengikuti kegiatan yang dilakukan keluarga. Ada yang pergi ke ladang untuk mencari rumput, kayu bakar, ada yang mencangkul, dan masih banyak lagi kegiatan yang dilakukan di pagi hari bersama keluarga. Namun, tidak banyak juga keluarga yang tidak beraktivitas pagi. Mereka hanya berdiam diri dirumah dan memasak makanan untuk dimakan saat sarapan pagi. “Kami tidak ke ladang karena situasi ladang kering dan sulit untuk bercocok tanam” ujar salah satu kepala keluarga di lingkungan Nglebeng.

Beberapa thomasian yang tidak melakukan aktivitas, mereka membantu membuat sarapan untuk keluarga, di salah satu rumah yang sempat didatangi oleh pendamping, mereka ada yang membantu membuat gorengan sebagai cemilan meminum teh atau kopi sebelum mereka menemani keluarga pergi ke ladang mencari kayu bakar ataupun mencari rumput untuk pakan ternak.

Sekitar pukul 10.00 WIB, seluruh peserta live in bergerak bersama-sama untuk menanam pohon jeruk yang sudah disiapkan oleh panitia boro sebagai kenang-kenangan dari SMA Strada St. Thomas Aquino untuk Paroki St. Theresia Liseux Boro. Mereka menanam bersama-sama di tempat tinggal mereka masing-masing. Sir Angga, salah satu pendamping live in 2023 mengutarakan bahwa melalui pohon jeruk ini, seluruh warga Paroki Boro mengingat teman-teman thomasian yang pernah tinggal di Paroki Boro dan berdinamika selama kegiatan Live In.

Setelah menanam pohon bersama, peserta live in kembali berdinamika bersama keluarga masing-masing. Ada yang menanam bersama di ladang, melanjutkan aktivitas bersama di rumah, mencari kayu bakar, dan memberi pakan ternak. Semua kegiatan itu dilakukan dengan senang hati oleh para thomasian dan mereka sangat menikmati apabila diajak berpergian oleh kedua orang tua asuh mereka. Ada juga yang bersenda gurau bersama teman-teman yang rumah nya berdekatan dan menikmati keindahan alam yang ada di desa Boro.

Mengakhiri kegiatan hari kedua ini, seluruh peserta llive in diajak kembali berefleksi di tempat yang ditentukan untuk mensyukuri pengalaman dan hal yang berkesan dari pribadi mereka masing-masing.

Hari ke tiga : Kamis, 26 Oktober 2023

Pada kegiatan Live In yang berlanjut di hari ketiga ini, peserta live in secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan pengolahan pangan tradisional khas daerah Desa Boro, Yogyakarta. Contoh hasil olahan pangan tradisional dari daerah Boro antara lain slondok, geblek, srontol, lanting, dan masih banyak lagi. Hampir semua hasil olahan pangan tersebut terbuat dari bahan baku singkong. Peserta didik SMA Strada St. Thomas Aquino begitu antusias dalam mengikuti kegiatan pengolahan pangan tradisional. Selain menambah wawasan, tentu saja kegiatan tersebut juga menambahkan pengalaman yang berkesan bagi para peserta Live In. Setelah membuat olahan pangan tradisional, seluruh peserta live in akan membantu warga setempat untuk pengemasan dan nantinya akan dijadikan bahan sajian untuk acara perpisahan bersama lingkungan Live In masing-masing. Pada malam hari nya, semua peserta didik akan berkumpul di tempat yang sudah ditentukan masing-masing kelompok untuk mengadakan acara ramah tamah sekaligus perpisahan bersama warga setempat sebagai wujud terima kasih dari pihak sekolah kepada warga di Desa Boro.

Hari ke empat : Jumat, 27 Oktober 2023
Pada Jumat 27 Oktober 2023 kegiatan Live In ini berakhir dan siswa-siswi ditarik dari lokasi untuk berkumpul kembali di gereja Paroki St. Theresia Lisieux, Boro. Setelah berkumpul di gereja, siswa-siswi akan mengikuti misa penutup yang dipimpin oleh Rm. Romualdus Subyantara, Pr., dan bersamaan dengan selesai nya misa penutup, maka rangkaian kegiatan Live In dinyatakan telah selesai. Setiap kegiatan yang telah mereka ikuti bersama keluarga baru mereka begitu bermakna. Juga pelajaran hidup lain yang dapat mereka peroleh selama berkegiatan, baik dengan alam, hewan, tumbuhan serta makluk hidup lainnya. Seperti halnya belajar hidup dari sebuah tanaman, dilahirkan, dirawat, bermanfaat bagi lingkungan, lalu kemudian kembali pada takdirnya. Dari sinilah nilai-nilai tersebut kemudian akan dibawa pulang oleh siswa-siswi Strada St. Thomas Aquino ketika kembali lingkungan rumah mereka masing-masing dan juga lingkungan sekolah.

Ada kesan yang senantiasa terselip dalam setiap hela nafas mereka, itu pasti. Merasa kerasan dan ingin kembali ke lokasi live in dan tinggal kembali bersama orang tua baru mereka menjadi sebuah mimpi yang sangat terasa. Selalu muncul kerinduan, ingin bertemu meski hanya untuk sesaat. Kesan ini selalu ada. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana akan memaknai arti dari hidup itu sendiri dan tidak hanya sekedar lewat untuk sesaat dan kemudian berlalu. Bahagia, sedih, penuh perjuangan, terkekang keadaan, terpuruk merupakan bagian dari hidup itu sendiri yang tentunya memiliki arti yang mampu mengubah pola hidup, cara pikir, dan cara pandang yang baru, serta lebih baik.

Sebarkan artikel ini