Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar Indonesia di kancah internasional. Kali ini, Nathan Aryasatya, siswa SMA Strada St. Thomas Aquino, berhasil mengharumkan nama sekolah dan bangsa melalui ajang *International Conference of Young Social Scientists (ICYSS) 2025* yang digelar di Serbia. Dalam ajang prestisius yang mempertemukan para peneliti muda dari berbagai negara ini, Nathan mempresentasikan penelitiannya yang berjudul “FOPO (Fear of People’s Opinion) dan Efeknya terhadap Kemampuan Seorang Siswa dalam Memilih Jurusan”. Penelitian ini mengangkat isu psikologis yang kerap dialami oleh remaja, khususnya siswa sekolah menengah, dalam proses menentukan masa depan akademis mereka.

Nathan menjelaskan bahwa FOPO, atau ketakutan terhadap opini orang lain, menjadi salah satu faktor krusial yang memengaruhi kebebasan siswa dalam memilih jurusan sesuai minat dan bakatnya. Ketakutan ini sering kali membuat siswa mengabaikan potensi diri dan memilih berdasarkan ekspektasi orang tua, teman, atau masyarakat. Penelitian ini dibimbing oleh dua guru pendamping, Normacolin, S.Sos. dan Fransiskus Obed, S.Pd., yang turut memberikan arahan dan dukungan dalam proses penyusunan hingga presentasi di panggung internasional.

“Kami sangat bangga atas pencapaian Nathan. Penelitiannya tidak hanya berbobot secara akademis, tetapi juga sangat relevan dengan kondisi sosial remaja saat ini,” ujar Fransiskus Obed.

Ajang ICYSS sendiri merupakan platform bergengsi bagi pelajar SMA sederajat dari seluruh dunia untuk mempresentasikan hasil penelitian di bidang sosial dan humaniora. Kegiatan ini tidak hanya menuntut kualitas penelitian, tetapi juga kemampuan komunikasi, analisis kritis, dan pemahaman mendalam terhadap isu yang diangkat. Kepala Sekolah SMA Strada St. Thomas Aquino menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas prestasi ini.

“Keikutsertaan dan keberhasilan Nathan menunjukkan bahwa pelajar Indonesia mampu bersaing secara global. Kami berharap ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berinovasi dan berani menyuarakan gagasan,” tutur Theresia Budiyanti, S.Pd, M.M., selaku kepala sekolah.

Dengan prestasi ini, Nathan tidak hanya membawa nama baik sekolah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk tidak takut mengeksplorasi isu-isu sosial yang nyata dan berdampak.