Kegiatan live in merupakan suatu kegiatan bersama warga di desa dan mengikuti aktivitas masyarakat pedesaan, yang menjadi program wajib untuk anak sekolah tingkat SMA. Oleh karena itu kegiatan live in yang diharapkan adalah siswa dapat mempelajari, memahami, mengenal, merasakan, dan merefleksikan kegiatan, pola kehidupan dan nilai-nilai budaya masyarakat setempat dengan bimbingan keluarga dimana siswa bertempat tinggal.

Kali ini pelaksanaan yang dilakukan oleh siswa-siswi kelas XI IPA/IPS pada tanggal 6-10 Oktober 2019 bertempat di desa Boro Kec. Kalibawang, Kab. Kulon Progo, DIY. Merupakan serangkaian kegiatan live in yang dilakukan di delapan dusun yaitu; Kalisoka, Jurugan, Sorotanon, Blumbang, Gerpule, Gejlig, Tirip, dan Tosari. Sangat mengedukasi anak-anak terutama jenjang SMA karena banyak sekali pengetahuan dan pengalaman bagi anak-anak untuk banyak mengeksplor lingkungan alam sekitar. Apasajakah yang mereka lakukan selama live in?. Yuks kita simak kegiatan-kegiatan mereka di bawah ini!

Doc : Pemberangkatan dari gereja ke masing-masing desa

Doc: Menanam benih padi di sawah

Kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak di sawah pada gambar di atas, merupakan kegiatan yang pastinya dilakukan mereka untuk pertama kalinya, kegiatan tersebut pun sangatlah mengajarkan mereka ini untuk tetap semangat berjuang dan berkerja keras karena tak ada sesuatu yang dengan mudah didapatkan begitu saja tanpa adanya sebuah usaha. Begitu pula dengan ibu-bu yang ada di desa kalisoka kec.kalibawang ini. Untuk dapat membiayai kebutuhan keluarga mereka harus bekerja dengan cara bertani di sawah setiap harinya dan ketika benih padi tersebut sudah mulai tumbuh besar maka tanaman padi mulai dipindah lagi ke tanah yang sudah dibajak dan ditanam ke lahan yang lebih luas untuk kemudian siap untuk di panen dan di jual hasilnya menjadi beras yang biasa kita beli di pasaran.

Doc: Pembuatan minuman fermentasi pisang klutuk (BASOKA)

Doc: Hasil fermentasian yang sudah dipros

Kegiatan pada foto di atas merupakan salah satu bentuk usaha minuman rumahan yang di produksi oleh Bapak Hartoyo yang bertempat tinggal di Desa Kalisoka, Kec. Kalibawang. Pak Hartoyo di sini pun berkesempatan untuk memberikan pengalamannya kepada anak-anak bagaimana cara memfrementasikan buah pisang klutuk menjadi sebuah minuman yang sejenis Wine/anggur., menjadi minuman yang nikmat dan bernilai jual.

Doc: Menjual tempe di pasar Boro

Pada kegiatan di atas merupakan salah satu anak yang bertempat tinggal pada orang tua asuh yang berprofesi sebagai penjual tempe. Siswa tersebut bernama Libertus dan Jevan yang mencoba belajar berdagang dan menawarkan tempe kepada para pembeli di pasar Boro.

Kegiatan di hari ke-3 live in  semua anak-anak yang berada di delapan desa yang berbeda berjalan bersamaan menuju Sendangsono. Kegiatan ini untuk melatih semangat juang, kesolidaritasan yang dipimpin oleh kelompok masing-masing desa, menghargai sebuah perjuangan dan kondisi pantang menyerah dalam menghadapi rintangan apapun.

Doc: Berjalan sejauh 5 kilometer dari desa masing-masing menuju sendangsono

Di malam sebelum anak-anak kembali ke Tangerang, kami membuat perpisahan dengan warga (orang tua angkat) di desa kami tinggali, dikesempatan kali ini dusun Kalisoka bergabung dengan dusun Jurugan karena dusun tersebut sangatlah berdekatan.

Doc: Malam perpisahan di desa Jurugan

Dengan beberapa rangkaian kegiatan berlive in  kami di Desa Boro selama 4 hari sangatlah berkesan dan memberikan pengalaman serta nilai-nilai hidup yang di dapat dari masyarakat setempat yang kami dapati setiap harinya.

Banyak hal yang kami dapat dari kegiatan yang tentunya menarik, mau tau keseruannya? Yuks kita lihat beberapa video berikut ini…