
Bedah buku 4 karya Rm. Odemus Bei, S.J. bertema “Pendidikan Berkualitas Masa Kini” Perpustakaan Nasional, 14 Mei 2025
Tangerang – Rabu, 14 Mei 2025, Perkumpulan Strada menggelar bedah buku karya Rm. Odemus Bei Witono, S.J. di auditorium Perpustakaan Nasional lantai 2, Gambir, Jakarta Pusat. Buku yang dibedah ada 4, masing-masing berjudul Pendidikan Nilai: Merajut Masa Depan, Pendidikan Berbudaya dan Modern, Pembelajaran Bermakna dalam Pendidikan, dan Wajah Pendidikan Karakter. Bedah buku bertema “Pendidikan Berkualitas Masa Kini” ini dipandu oleh Bapak Jose Marwoto, Direktur Operasional Heartime FM serta menghadirkan 3 pembicara ahli di bidang psikologi dan pendidikan. Ketiga pembicara tersebut adalah Prof. Dr. Ali Nina Liche Seniati, M.Si., Psikologi, Andar Nubowo, DEA Ph.D., dan Nisa Felicia, Ph.D. Bedah buku ini merupakan salah satu event dalam rangka memperingati HUT ke-101 Perkumpulan Strada tepatnya pada 24 Mei 2025 mendatang. Sesuai dengan tema, pembicaraan dalam bedah buku ini berpusat pada pentingnya pembentukan karakter dalam dunia pendidikan, tak terkecuali bagi segenap pelaku di dalamnya.
Dalam sambutannya, Rm. Josephus Ageng Marwoto, S.J. selaku Ketua Pengurus Perkumpulan Strada, menekankan bahwa pendidikan adalah salah satu proses memanusiakan manusia muda. Seiring dengan perkembangan zaman, banyak tantangan baru dalam pendidikan. Hal tersebut membuat dunia tidak akan pernah berhenti beradaptasi dalam dunia pendidikan. Beliau juga mengajak kita semua pantang menyerah ataupun berhenti dalam memikirkan pendidikan. Pendidikan perlu didasari dengan tekad yang bulat tanpa keinginan untuk mundur satu langkah pun. Pendidikan bukan hanya tentang akademi melainkan juga tentang karakter yang baik sebagai manusia.
Rm. Odemus Bei Witono selaku penulis memaparkan ke-4 buku secara singkat. Pendidikan karakter sangat penting karena karakter berkaitan dengan kemampuan menghitung, mengakumulasikan kekuatan dan kelemahan, serta mengarahkan pada tujuan positif. Pendidikan karakter dapat menjadikan anak-anak mampu merangkai masa depannya dengan baik. Nilai-nilai dalam pendidikan juga sama pentingnya untuk ditanamkan pada kehidupan dan menjadi bagian dari kepribadian. Indonesia kaya akan nilai-nilai luhur yang perlu digali lebih lanjut dan diimplementasikan dalam pendidikan. Pendidikan yang bermakna harus memuat refleksi dan kesadaran diri. Pendidikan harus membantu manusia bertumbuh dan berkembang potensi dirinya. Dalam buku berjudul “Pendidikan Berbudaya dan Modern” disampaikan bahwa modernisasi bukanlah suatu hal yang negatif selama tetap mempertahankan akar dari budaya yang ada. Budaya merupakan hasil karya manusia dan dialog kehidupan yang memunculkan peradaban. Maka, pendidikan yang berakar pada budaya tidak akan pernah goyah karena mempunyai pegangan yang kuat. Romo Bei juga menekankan bahwa permasalahan yang ada di Indonesia yaitu kemiskinan yang ada di angka 60% dan juga angka literasi yang sangat rendah(1/1000) orang yang gemar membaca. Kondisi ini harusnya menyadarkan kita, generasi muda agar dapat menyusun masa depan yang lebih baik dengan mengedepankan pendidikan karakter dan merealisasikan dalam hidup.
Prof. Dr. Ali Nina Lische Seniati, M.Si., Psikologi dalam sesi 1 bedah buku, menyampaikan pendidikan merupakan sesuatu yang tidak pernah terbatas oleh umur, tetapi pendidikan akan terus berlanjut hingga usia lansia. Sebagai contoh, dalam sekolah lansia menjadi pusat pembelajaran yang membuat peserta didik menjadi pembelajar dan guru bagi keluarganya. Zaman dengan perkembangan teknologi yang pesat saat ini ibarat pisau bermata dua. AI (Artificial Intelligence) yang merupakan salah satu produk perkembangan teknologi yang di satu sisi menjadi salah satu tantangan bagi guru, tetapi di sisi lain AI sebenarnya dapat bermanfaat sebagai alat bantu belajar, bukan sebaliknya yaitu sumber ketakutan. Perkembangan teknologi dapat berdampak pada penurunan karakter anak didik/siswa sehingga pentingnya pendidikan karakter dibentuk dan dibangun sebagai sarana belajar memanusiakan orang lain. Pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi/ pendidikan resmi, tetapi orang tua pun harus ambil bagian, berperan aktif didalamnya dengan ikut terlibat dan mengenali minat dan tujuan anak, serta tidak memaksakan kehendaknya. Dengan begitu, orang tua dapat mendidik anak-anaknya untuk mengembangkan karakter yang dimiliki.
Andar Nubowo, DEA. Ph.D., selaku pembicara ke-2 menyampaikan, bahwa pendidikan harus bertumpu pada kebudayaan nasional untuk memperkuat identitas bangsa. Indonesia memiliki kebudayaan yang sangat beragam dan seringkali terlupakan seiring berkembangnya zaman. Oleh karena itu, pendidikan karakter yang berpusat pada kebudayaan nasional sangat diperlukan agar budaya yang ada semakin kokoh tertanam pada diri manusia. Selanjutnya, mengutip pendapat salah satu filsuf Prancis, yaitu salah satu kunci sukses dalam pendidikan adalah habitus atau kebiasaan yang perlu dibangun melalui kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan media sekitar.
Pembicara terakhir, Nisa Felicia, Ph.D. menyampaikan bahwa pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang mampu membuat individu terampil belajar dan mau terus belajar sepanjang hidupnya. Belajar bukanlah seperti hobi, melainkan belajar adalah proses dari hidup sehingga para pendidik harus dapat menumbuhkan dan menggali motivasi diri peserta didiknya. Sekarang yang menjadi tantangan adalah kemahiran manajemen waktu, dan kemampuan melawan tantangan. Pembelajaran yang bermakna itu menjadikan peserta didik mampu mengetahui untuk apa saya belajar. Di satu sisi, tujuan pendidikan bukan hanya untuk membuat pintar/pandai saja, melainkan yang utama adalah untuk membangun hidup yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain. Wujud pendidikan karakter di era digital adalah bahwa generasi muda perlu belajar membawa diri dan menghormati orang lain meskipun terbiasa dengan dunia digital.
Dari pembicaraan dalam kegiatan Bedah Buku bertema “Pendidikan Berkualitas Masa Kini” dapat disimpulkan bahwa pendidikan berkualitas di masa kini melampaui sekadar transfer pengetahuan. Pendidikan yang ideal adalah proses berkelanjutan yang membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai luhur, dan membekali individu dengan keterampilan belajar sepanjang hayat. Pendidikan harus relevan dengan perkembangan zaman, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan tetap berakar pada budaya bangsa. Lebih dari itu, pendidikan bertujuan untuk membangun manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungannya. Untuk mencapai tujuan ini, sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, dan media sangat penting.
Recent Comments