Kamis dan Jumat, 15–16 Mei 2024, SMA Strada St. Thomas Aquino menyelenggarakan kegiatan tahunan untuk kelas X, yaitu Outbound. Kegiatan ini merupakan kegiatan pembelajaran di luar ruang atau di alam terbuka yang dirancang untuk mengembangkan potensi individu maupun tim. Sebanyak 279 siswa kelas X berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan di kawasan Lubana Sengkol Outbound, Jalan Lingkar Selatan Km 1,5, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Kegiatan ini merupakan perwujudan dari misi pertama sekolah, yaitu menyelenggarakan pendidikan yang unggul bagi kaum muda agar berkembang menjadi pribadi yang cerdas, peduli, berkarakter, mandiri, dan cinta tanah air.

Semangat petualangan sejak pagi hari–Rombongan berangkat dari sekolah pada pukul 07.45 WIB menggunakan 11 truk terbuka yang disediakan panitia. Truk merupakan moda transportasi yang pastinya jarang digunakan siswa SMA Strada St. Thomas Aquino dalam keseharian. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para siswa. Hal ini tergambar lewat raut muka yang penuh keriangan, canda dan tawa sepanjang perjalanan padahal mentari cukup terik. Jalanan lumayan padat sehingga waktu tiba di lokasi baru pukul 09.00 WIB.

Setibanya di tempat,  peserta diminta untuk berbaris rapi memasuki area Outbound dan langsung disambut welcome drink dari pihak fasilitator, berupa teh hangat, donat, dan tahu isi Selesai menikmati teh dan kudapan, siswa berkumpul di depan pendopo untuk mengikuti pembukaan. Acara dibuka dengan doa bersama dan perkenalan kru dan fasilitator dari tim Lubana Sengkol Outbound. Berikutnya, pengarahan mengenai safety briefing berupa  tata tertib serta keamanan dan keselamatan selama berkegiatan di lokasi Outbond. Selesai menyimak pengarahan, peserta melakukan sesi foto bersama dan pembagian kelompok selama berkegiatan 2 hari.

Uji Daya Juang dan Kolaborasi–Kegiatan hari pertama diawali ice breaking atau energizer games yang bertujuan mencairkan suasana dan memperkuat semangat kekompakan antaranggota kelompok. Selanjutnya, dimulailah beberapa games di hari pertama ini yang dilakukan secara rotasi, sehingga setiap kelompok mendapatkan kesempatan mencoba semua permainan. Adapun games yang dimainkan siswa pada hari pertama ini meliputi, Flying Fox yaitu meluncur dari ketinggian melalui tali atau kabel baja, menggunakan katrol, Blind Polygon berupa permainan navigasi dengan mata tertutup menggunakan arahan dari anggota kelompok lainnya, Building Block adalah menyusun menara dari balok dengan teknik tertentu, Transfer Bom Air, permainan dengan memindahkan balon berisi air menggunakan media terbatas tanpa memecahkannya, Rolling Ball Pipe, mengalirkan bola melalui potongan pipa yang dipegang secara berantai, dan  Archery atau biasa dikenal dengan panahan.

Mengingat waktu sudah menunjukkan saatnya istirahat makan siang maka siswa beristirahat untuk makan. Selanjutnya, kelompok-kelompok kembali melanjutkan games yang belum sempat dimainkan sebelum makan siang. Setelah setiap kelompok mendapatkan giliran melakukan permainan, semua peserta diwajibkan berkumpul di lapangan kecil untuk belajar cara mendirikan tenda. Pemahaman teknik mendirikan tenda, diterapkan masing-masing kelompok dengan bersama-sama mendirikan tenda sesuai tempat yang sudah ditentukan, menata barang-barang pribadi.

Saatnya waktu istirahat digunakan untuk bersih-bersih, dan mandi di fasilitas MCK. Selama waktu istirahat ini, siswa menyiapkan perform per kelas untuk kegiatan malam nanti. Suasana malam ditutup dengan renungan pribadi yang menyentuh. Setiap siswa menuliskan hal-hal negatif yang ingin ditinggalkan, kemudian membakarnya dalam prosesi api unggun sebagai simbol pembaruan diri. Sesi hari pertama ditutup dengan penampilan dari tiap-tiap kelas. Tiap-tiap kelas dengan kreativitasnya masing-masing berlomba-lomba menampilkan yang terbaik karena ada penjurian dan komentar dari fasilitator. Suasan cukup hangat dan menggembirakan karena tiap-tiap kelas berupaya yang terbaik buat kelasnya dan peserta lain sebagai penonton sangat menikmatinya.

Energi baru dan semangat baru– Kegiatan hari kedua dimulai dengan senam pagi bersama, yang bertujuan membangkitkan semangat, menyegarkan tubuh, dan menyatukan energi positif sebelum memulai kegiatan. Setelah sarapan nasi goreng dan telur ceplok, peserta melakukan trekking dengan menjelajah alam di sekitar area Lubana Sengkol. Trekking yang menghabiskan waktu sekitar 1 jam bertujuan mengenal alam lebih dekat, meningkatkan stamina, serta memupuk rasa cinta lingkungan. Siswa cukup antusias dan bersemangat dalam kegiatan ini meski ada beberapa siswa yang kecapean karena tidak biasa jalan jauh.

Sampai di lokasi, diadakan ice breaking untuk kembali menyegarkan semangat sebelum sesi permainan berikutnya. Sebelum sampai pada waktunya makan siang, peserta kembali memainkan beberapa games, berupa Building Lego yaitu menyusun struktur lego dengan desain tertentu, Treasure Hunt merupakan permainan perburuan harta karun di area Outbound menggunakan petunjuk, Serve the King adalah menyampaikan barang atau tugas dari satu titik ke “raja” di akhir lintasan dengan rintangan tertentu, Quick Response adalah tantangan kecepatan berpikir dan bertindak dalam situasi mendesak, Jumping Spoon adalah menyeimbangkan bola di atas sendok sambil melompat, dan Sinergi Bersama: Permainan kooperatif yang menekankan pentingnya kolaborasi dalam menyelesaikan tugas kelompok.

Sesi games hari kedua selesai, semua peserta bersama-sama melakukan kegiatan refleksi atas kegiatan yang sudah diikuti dengan panduan pertanyaan yang dibacakan dan menuliskannya di kertas yang disediakan. Makan siang dilakukan setelah refleksi dan bersiap pulang. Sebelum meninggalkan lokasi, peserta wajib melakukan  operasi semut, yaitu bersih-bersih bersama area kegiatan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ditutup dengan sayonara dan ucapan terima kasih kepada kru Lubana Sengkol. Rombongan kembali ke sekolah menggunakan moda transportasi yang sama, yaitu truk pukul 13.30 dan tiba dengan selamat, lancar, dan aman di sekolah pukul 15.04 WIB.

Kegiatan Outbound SMA Strada St. Thomas Aquino tahun ini berjalan lancar dan penuh makna. Melalui berbagai permainan edukatif dan tantangan fisik maupun mental, para siswa tidak hanya belajar kerja sama dan tanggung jawab, tetapi juga membangun kepercayaan diri, empati, dan semangat kebersamaan. Momen reflektif di malam hari dan refleksi kegiatan menjadi pengalaman emosional yang memperdalam kesadaran diri. Outbond bukan sekadar kegiatan rekreatif, tetapi sarana pembentukan karakter secara menyeluruh. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga dalam perjalanan siswa-siswi sebagai pribadi yang unggul dan berkarakter, sesuai dengan semangat misi pendidikan sekolah.