Sabtu, 31 Mei 2025, aula Unika Atma Jaya Kampus 3 Cisauk, BSD, menjadi saksi dari sebuah momen istimewa yang tak akan terlupakan. Sebanyak 274 wisudawan Angkatan ke-61 SMA Strada St. Thomas Aquino didampingi orang tua menjalani prosesi kelulusan dalam sebuah acara graduasi yang penuh haru dan kebanggaan. Bertemakan “Endless Journey, Eternal Memories”, hari itu bukan hanya menjadi penanda berakhirnya masa SMA, tetapi juga titik awal dari perjalanan panjang menuju masa depan.
Graduasi bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan tonggak sejarah pribadi. Di sinilah, sekolah menyerahkan kembali para siswanya kepada orang tua dengan harapan dan doa agar mereka terus berkembang, tumbuh, dan berkontribusi sebagai pribadi unggul—yang membawa nilai-nilai Strada dalam hidup mereka.
Nilai-Nilai yang Menyatu dalam Diri Thomasian
Selama tiga tahun menempuh pendidikan di SMA Strada St. Thomas Aquino, para siswa telah dibentuk bukan hanya secara akademis, tetapi juga secara karakter. Mereka diajarkan untuk hidup dalam kejujuran, bergerak dalam kedisiplinan, dan melayani dengan hati sebagai bentuk pribadi yang unggul. Nilai-nilai inilah yang akan mereka bawa sebagai bekal memasuki dunia perkuliahan dan kehidupan masyarakat luas.
Tema graduasi tahun ini, Endless Journey, Eternal Memories, dipilih bukan tanpa alasan. Tema ini menggambarkan perjalanan panjang yang tak pernah benar-benar usai—karena belajar adalah proses seumur hidup. Setiap kenangan yang tercipta selama di SMA bukan hanya akan tersimpan di hati, tetapi juga menjadi sumber kekuatan dan inspirasi di masa depan.
Rangkaian Acara Penuh Makna dan Apresiasi
Graduasi dimulai sejak pukul 08.30 WIB dengan prosesi perarakan para wisudawan, mulai dari kelas XII A sampai XII G, diiringi musik yang menyentuh dan penuh khidma
t. Para struktural, wali kelas, dan guru turut mengambil bagian dalam perarakan, menandakan eratnya ikatan emosional antara pendidik dan peserta didik. Tarian Gambyong, khas budaya Jawa, sebagai pembuka acara dan penanda penyambutan tamu dibawakan oleh 2 siswi kelas X dengan luwes dan nuansa anggun serta penuh penghormatan terhadap tradisi.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah, Ibu Theresia Budiyanti, S.Pd., M.M., menyampaikan pesan penuh semangat dan kebanggaan. “Thomasian Angkatan ke-61 telah menunjukkan bahwa mereka bukan hanya mampu secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan jiwa kepemimpinan. Teruslah melangkah, karena perjalanan kalian baru saja dimulai.”
Salah satu momen yang paling ditunggu adalah laporan siswa berprestasi bidang akademik yang disampaikan Wakasek Kurikulum, Bapak Agus Dwiriyanto, S,Pd., M.M. Tahun ini, 10 siswa berhasil diterima di PTN melalui jalur SNBT dan 53 siswa melalui jalur SNBP—sebuah pencapaian yang membanggakan. Tak hanya itu, prestasi non akademik yang disampaikan Wakasek Kesiswaan, Ibu Tri Liniarti, S.Pd. M.M., juga diapresiasi secara setara, membuktikan bahwa SMA Thomas memberikan ruang bagi potensi di berbagai bidang.

Penghargaan dan Apresiasi: Hadiah dari Perjalanan Panjang
Dalam prosesi wisuda, setiap wisudawan menerima medali kelulusan dan Surat Keterangan Lulus (SKL) dari wali kelas dan structural sebagai tanda resmi keberhasilan mereka menyelesaikan studi. Selain itu, apresiasi khusus diberikan kepada 7 siswa dengan nilai USP terbaik dari tiap kelas berupa piala wisuda dan buket bunga, boneka. Adapun ketujuh siswa tersebut dari kelas XII A: Nicole Priscilla Lim., XII B: Timothy Tadeka, XII C: Edward, XII D: Alvin Ananda Harsono , XII E: Jonathan Bima, XII F: Ferancis Ezekiel Tano, XII G: Stefany Putri K. Sementara itu, 1 siswa dengan nilai ijazah terbaik dari 7 kelas yang ada a.n. Timothy Tadeka mendapat apresiasi tambahan berupa tropi dan buket bunga-boneka spesial. Penanda Apresiasi Kehormatan sebagai simbol keunggulan dan dedikasi yang telah ditunjukkan oleh putra/i Thomasian Angkatan ke-61 selama masa studi.
Ibu Theresia Heny Sulistyawati, S.Pt., perwakilan orang tua siswa menyampaikan rasa hormat dan apresiasi mendalam kepada para guru yang telah menjadi bagian penting dari proses tumbuh-kembang anak-anak, tak hanya sebagai pengajar tetapi juga sebagai teladan dan pembimbing hidup. Dalam sambutannya, beliau berpesan agar anak-anak tidak pernah berhenti bermimpi dan belajar. Perjalanan panjang di depan akan penuh tantangan, namun juga penuh peluang. Ia berharap mereka senantiasa membawa semangat, nilai-nilai kebaikan, dan semangat belajar yang telah ditanamkan selama ini.
Sebagai perwakilan siswa, Alvin Anand Harsono, salah satu siswa yang diterima di PTN lewat jalur SNBT sekaligus siswa berprestasi terbaik di kelasnya, menyampaikan, “Kami bukan hanya lulus sebagai siswa, tapi juga tumbuh sebagai pribadi. Terima kasih atas segala pelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas. Ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan yang tak pernah berakhir – a truly endless journey,” ucapnya disambut tepuk tangan meriah.
Sesi persembahan alumni, diwakili Joao dan Nathania yang membawakan lagu Selalu Ada di Nadimu diiringi gitaris Lamberto menghadirkan suasana haru, menggambarkan ikatan antara lulusan, orang tua, dan sekolah tidak pernah benar-benar terputus. Lagu ini bukan hanya melodi, tapi doa. Bukan sekadar lirik, tapi janji. Janji bahwa para alumni tak akan pernah lupa—siapa yang telah membesarkannya dengan cinta, siapa yang membimbingnya dengan sabar, dan dari mana asal mereka. Terima kasih, Ayah dan Ibu, terima kasih Bapak Ibu Guru, dan terima kasih, almamater tercinta. “Kalian akan selalu hidup dan selalu di nadiku”
Dalam sambutannya, Bapak Robert Gunadi membagikan pengalaman sebagai perwakilan alumni Strada Cabang Tangerang yang telah lebih dulu menempuh jalan yang serupa. Beliau menegaskan bahwa setiap lulusan Strada akan membawa identitas yang kuat—yaitu integritas, semangat kebersamaan, dan nilai kemanusiaan yang menjadi ciri khas pendidikan Strada. Beliau juga mengajak para lulusan untuk melihat wisuda ini sebagai awal dari perjalanan panjang yang tak pernah berakhir (Endless Journey)—perjalanan belajar, bertumbuh, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Kenangan indah selama di Strada, mulai dari guru-guru, teman sekelas, hingga kegiatan sekolah, adalah harta yang akan terus hidup dalam hati (Eternal Memories), dan akan menjadi kekuatan moral saat menghadapi masa depan. Beliau juga mengajak para lulusan untuk tetap menjalin hubungan dengan sekolah dan alumni. Ikatan Alumni Strada terbuka untuk siapa saja yang ingin terus berbagi, berkolaborasi, dan saling mendukung, baik secara pribadi maupun profesional.
Doa Syukur dibawakan oleh Ibu Paulina Yuliani, S.Pd. Syukur atas kasih dan penyertaan Tuhan hingga hari kelulusan dan hasil-hasil terbaik yang diterima, atas orang tua, guru, dan sekolah sebagai rumah belajar, serta mohon berkat dan tuntunan untuk langkah menggapai masa depan.
Salah satu momen paling emosional terjadi saat pemutaran video kilas balik perjalanan tiga tahun Thomasian di sekolah yang membuat suasana menjadi hangat dan penuh nostalgia. Eternal Memories menampilkan potongan kisah perjuangan, kebersamaan, dan tawa selama masa SMA.
Lebih dari Sekadar Akhir—Ini Adalah Awal
Graduasi ini bukan akhir dari sebuah perjalanan, melainkan pintu gerbang menuju fase kehidupan yang baru. SMA Strada St. Thomas Aquino berharap agar para lulusan Angkatan ke-61 melangkah dengan keyakinan, berpegang teguh pada nilai-nilai Strada, dan tidak pernah berhenti bermimpi serta berkontribusi bagi dunia.
Selamat melanjutkan perjalanan, Thomasian Angkatan ke-61. Biarlah setiap langkah Alumnus Thomasian mengukir sejarah baru. Perjalanan belum berakhir – hanya berganti arah, menuju cakrawala baru yang menanti. Karena dalam setiap akhir, selalu tersimpan awal yang tak kalah menakjubkan.(MG)

Recent Comments