FORUM KOMUNIKASI MERUPAKAN WADAH MEMBANGUN RELASI HARMONIS DAN KERJASAMA ANTARA ORANGTUA SISWA DAN PIHAK SEKOLAH. PERKEMBANGAN DAN KEBERHASILAN SISWA MENJADI TANGGUNG JAWAB SEKOLAH DAN ORANG ORANGTUA.
Tangerang, Sabtu, 9 Agustus 2025, SMA Strada St. Thomas Aquino menyelenggarakan forum komunikasi (FORKOM) kelas X. Kegiatan ini merupakan agenda rutin sekolah yang dilaksanakan dalam setiap tahun ajaran. Sekolah menyadari hal ini penting dilakukan sebagai wadah membangun relasi harmonis, membangun kerjasama erat antara orangtua siswa dan pihak sekolah dalam melaksanakan dan mendukung perkembangan pendidikan anak. Menjadi sarana penting karena melalui forkom, sekolah memberikan kontribusi berupa pemberian informasi dalam meningkatkan pemahaman bersama yang berkaitan dengan perkembangan siswa,kurikulum sekolah, pendampingan siswa berkegiatan ekstrakurikuler, dan berbagai informasi penting lainnya. Tangerang, Sabtu, 9 Agustus 2025, SMA Strada St. Thomas Aquino menyelenggarakan forum komunikasi (FORKOM) kelas X. Kegiatan ini merupakan agenda rutin sekolah yang dilaksanakan dalam setiap tahun ajaran. Sekolah menyadari hal ini penting dilakukan sebagai wadah membangun relasi harmonis, membangun kerjasama erat antara orangtua siswa dan pihak sekolah dalam melaksanakan dan mendukung perkembangan pendidikan anak. Menjadi sarana penting karena melalui forkom, sekolah memberikan kontribusi berupa pemberian informasi dalam meningkatkan pemahaman bersama yang berkaitan dengan perkembangan siswa,kurikulum sekolah, pendampingan siswa berkegiatan ekstrakurikuler, dan berbagai informasi penting lainnya. Bapak Hendrikus Galang Pribadi, S.Pd beserta Ibu Benedicta Dewi Sekarsari,S.Pd. selaku pembawa acara menyampaikan materi atau agenda forkom dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Strada, doa pembukaan, dan dilanjutkan perkenalan guru dan karyawan. Perkenalan guru dan karyawan dimulai dari unsur struktural disertai informasi jabatan, dilanjutkan perkenalan guru dan karyawan dipandu oleh MC. Untuk memenuhi informasi yang diperlukan orangtua siswa, dalam perkenalan ini disertakan mata pelajaran yang diampu,info wali kelas juga guru BK. Selesai perkenalan, dilanjutkan secara berturut-turut adalah pengantar kepala sekolah, sesi informasi kurikulum, materi kesiswaan, terdiri dari tatatertib, ekskul dan keuangan), informasi klinik Atmajaya. Sesi seminar parenting dan tanya jawab merupakan sesi terakhir.

PENGANTAR KEPALA SEKOLAH
Sesi pertama dalam kegiatan forkom diisi dengan pengarahan dari kepala sekolah. Dalam arahannya, Ibu Theresia Budiyanti, S.Pd., M.M., selaku Kepala Sekolah menyampaikan kepada para orangtua siswa, bahwa SMA Strada adalah pilihan tepat menyekolahkan putra-putrinya sebelum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kepala sekolah menegaskan bahwa forkom merupakan sosialisasi beberapa informasi terkait kurikulum, proses pembelajaran, ragam kegiatan, sistem penilaian, dan tata tertib siswa. Untuk memenuhi informasi orangtua berkaitan dengan keStradaan, kepala sekolah memaparkan banyak hal. Perkumpulan Strada berdiri pada 24 Mei 1924 dan SMA Strada St. Thomas Aquino berdiri pada pad tahun 1964 lengkap dengan sejarah berdirinya. Informasi semakin lengkap, kepala sekolah memaparkan visi dan misi Perkumpulan Strada.


VISI PERKUMPULAN STRADA :
Komunitas Pendidikan yang Unggul dan Berjiwa Melayani
MISI PERKUMPULAN STRADA : 1) Menyelenggarkan pendidikan yang unggul bagi kaum muda agar berkembang menjadi pribadi yang cerdas , peduli, berkarakter, mandiri dan cinta tanah air, 2) Meningkatkan kepedulian terhadap sesama menghargai keberagaman dan berjuang demi terpeliharanya lingkungan hidup,3) Meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.
SISTEM PEMBELAJARAN
Kepala sekolah menginformasikan sistem pembelajaran di SMA Strada St. Thomas Aquino adalah: 1) Menerapkan kurikulum nasional,2) Menerapkan pola pembelajaran PPR,3) Menerapkan Lima nilai dasar Strada : pelayanan,kejujuran,disiplin,kepedulian,keunggulan. 5) Melakukan kegiatan kokurikuler dan ekstrkurikuler.
Kepala sekolah mengakhiri materi dengan menyampaikan informasi berbagai fasilitas sekolah mulai dari ruang kelas, ruang perpustakaan, lab bahasa, lab komputer, lab kimia, biologi, fisika, kantin, lapangan voli, basket, lapangan mini soccer, dll. Ditambahkan pula materi kehumasan, bahwa sekolah membangun relasi dengan berbagai kelembagaan mulai dari RT, RW, kelurahan, babinsa, binamas, puskesmas, rumah sakit, kepolisian, dinas kota Tangerang. Untuk memenuhi kebutuhan siswa, sekolah membangun kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri.
INFORMASI AKADEMIK
Sesi kedua adaah informasi akademik disampaikan oleh Bapak Agustinus Dwi Riyanto, S.Pd.,M.M. Dalam paparannya Bapak Agus menyampaikan bahwa sekolah menggunakan Kurikulum nasional dengan 8 profil lulusan melalui strategi deep learning yang meliputi keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi. Disampiakan juga profil lulusan Strada : cerdas, peduli, berkarakter, mandiri dan cinta tanah air. Untuk memberi pemahaman kepada para orang tua siswa, Bapak Agus menyampaikan perbedaan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka. Dalam kurikulum 2013, siswa langsung memilih peminatan IPA atau IPS sedangkan dalam kurikulum merdeka siswa kelas X belum mengambil peminatan, semua mata pelajaran wajib. Peminatan baru dilakukan di kelas XI, fase F. Perbedaan yang lain adalah tidak ada pelajaran IPA atau IPS tetapi langsung masuk pada mata pelajaran biologi, kimia, fisika, geografi, psikologi, ekonomi. Adapun dalam kurikulum merdeka, terdapat mata pelajaran IPA (fisika, kimia, biologi) dan IPS (sosiologi, geografi, ekonomi, sejarah). Lebih lanjut Bapak Agus juga memperkenalkan istilah-istilah penting dalam kurikulum nasional seperti tujuan pembelajaran (Hal-hal yang diharapkan dapat dicapai, dimiliki, dan dikuasai siswa dalam suatu pembelajaran), assesmen (penilaian), KKTP ( kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran),
STRUKTUR KURIKULUM SMA
Bapak Agus menginformasikan bahwa kurikulum SMA ada 2 fase taitu fase E (kelas X) dan fase F (kelas XI). Pada fase X, siswa dituntut untuk mengenali bakat dan potensi sdangkan pada fase F, siswa dapat meilih mata pelajar sesuai dengan minat dan bakat.
ASSESMEN/PENILAIAN
Agar para orangtua memiliki pemahaman konkret, Bapak Agus menyampaikan materi assesmen yang terdiri dari : assesmen diagnostik (kognitif : mengidentifikasi kemampuan dasar siswa pada topik mata pelajaran dan non kognitif : mengukur aspek psikologis dan kondisi emosional siswa sebelum pembelajaran)., assesmen summatif : terdiri dari sumatif akhir materi (60%) dan sumatif akhir semester (40 %), asesmen formatif : memantau dan memperbaiki proses pembelajaran, mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran (guru) dan berefleksi, memonitor kemajuan belajarnya, tantangan yang dialaminya, langkah yang perlu dilakukan untuk meningkatkan capaiannya (siswa)

PENILAIAN PADA RAPOR
NILAI RAPOR = (Nilai Rerata Sumatif Materi x 60%) + (Nilai Sumatif Akhir Semester x 40%)
Dalam sesi, Bapak Agus memaparkan syarat kenaikan kelas: 1) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran intrakurikuler pada tahun ajaran bersangkutan, 2) Mengikuti kokurikuler dengan minimal predikat BAIK, 3)Predikat nilai ekstrakurikuler wajib (Pramuka) minimal Baik, nilai ekstrakurikuler pilihan minimal Cukup Baik, 4) Nilai rapor semua mata pelajaran minimal mencapai KKTP sekolah (75), nilai setiap TP mata pelajaran mencapai minimal 75, 5) Kehadiran tatap muka minimal 90%, tanpa menghitung alasan sakit (akumulasi 1 tahun).
PEMILIHAN MATA PELAJARAN PILIHAN FASE F :
1) Peserta didik kelas X / Fase E mengikuti semua mata pelajaran wajib, 2) Saat di kelas XI / Fase F akan memilih mata pelajaran pilihan sesuai dengan bakat minat dan cita-cita, 3) Prinsip Pemilihan Mata Pelajaran: didasarkan pada bakat-minat dan kemampuan akademik. Pada akhir sesi, Bapak Agus menyampaikan proses pemilihan mapel pilihan.Pada tahap pertama dilakukan dialog siswa dengan orangtua. Tahap kedua adalah dilakukan tes bakat minat seleksi akademik : tallent mapping, instrumen RIASEC, seleksi akademik, minimal nilai 80, tes bakat mandiri. Tahap ketiga adalah dialog dan diskusi dengan guru BK – wali kelas.
KESISWAAN/MODERATOR (Tatatertib, Ekskul, Keuangan)
Sesi ketiga, kesiswaan. Dalam paparannya, Ibu Tri Liniarti, S. Pd., M.M. menggarisbawahi bahwa dalam mengimplementasikan delapan profil lulusan, kesiswaan berperan penting dalam proses pendampingan anak. Dalam prosesnya, alur pendampingan siswa yang diterapkan oleh sekolah adalah kesiswaan/moderator berkoordinasi dan bersinergi dengan guru mata pelajaran,wali kelas, guru BK. Dalam presentasinya, beberapa implementasi yang dilakukan oleh kesiswaan/moderator dalam mewujudnyatakan delapan profil lulusan adalah, pertama kegiatan pembiasaan. Kegiatan ini meliputi : doa pagi pukul 06.55, menyanyikan Indonesia Raya, Mars Strada, upacara hari besar nasional,Thomas Bersih, tiap jelang assesmen sumatif,piket kelas, misa/ibadat, refleksi dilakukan oleh semua siswa, guru dan karyawan pada setiap hari Jumat, perwalian, literasi, senam, 3 S (senyum,sapa, salam). Implementasi kedua adalah ekstrakurikuler Ibu Tri menjelaskan ekstrakurikuler memberikan manfaat bagi siswa yaitu mengembangkan bakat/talenta juga berlatih berorganisasi dalam satu tim ekstrakurikuler. Dalam pelaksanaan ekstrakurikuler, para siswa diminta untuk tertib dalam hal waktu, termasuk waktu saat pulang selsai kegiatan ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler yang diikuti siswa ada yang bersifat wajib dan pilihan. Ekstarkurikuler wajib meliputi: Bina Iman Pramuka. Adapun ekstrakurikuler pilihan : voli, badminton, basket, tenis meja, hikadacita, minisoccer, paskibra, modern dance, paduan suara, robotik, digital art, drumband, teater, videografi,band, science club, debat, mandarin, dan tataboga. Melalui penekanan sekaligus mengingatkan, moderator menyampaikan bahwa kegiatan ekstrakurikuler wajib diikuti oleh siswa, hal ini menjadi syarat kenaikan kelas. Setiap siswa wajib mengikuti minimal satu ektrakurikuler. Siswa dan orangtua siswa mengisi format pemilihan ekstrakurikuler. Implementasi ketiga adalah materi tata tertib siswa. Disampaikan oleh moderator bahwa tata tertib sebagi penguatan karakter sudah ditulis dalam buku panduan akademik SMA Strada St. Thomas Aquino 2025/2026 dan sudah dibagikan kepada siswa. Materi tata tertib dijabarkan dalam beberapa pasal: pasal I berkaitan dengan kehadiran, pasal II keterlambatan, pasal III seragam, pasal IV kerapian, pasal V ketertiban dalam kelas, kegiatan, pasal VI keuangan, pasal VII larangan sekolah, pasal VIII pasal tatatertib assesmen, pasal IX penghargaan, pasal X pasal tambahan. Pada akshir sesi disampaikan pula informasi kaitannya dengan keuangan. Bentuk dukungan orangtua dalam melaksanakan proses pendidikan adalah tertib dalam memenuhi kewajiban administrasi, SPP. Lebih lanjut dipaparkan teknis dan ketentuan melakukan pembayaran uang sekolah.

Klinik Atmajaya
Dalam forkom ini juga hadir Dokter Susan dari klinik Atmajaya, membawakan materi persetujuan pelayanan klinik. Pada dasarnya klinik yang berlokasi di SMA Strada St. Thomas tepatnya sebelah depan areal parkir ini merupakan perwujudan kerjasama antara Atmajaya dan Perkumpulan Strada. Dokter Susan mengatakan untuk bisa melayani siswa, guru dan karyawan diperlukan persetujuan dari pasien atau orangtua/wali murid apabila pasien berusia di bawah 17 tahun. Data ini digunakan untuk mengintegrasikan data pasien ke platform satu sehat. Hal ini disampaikan berdasarkan peraturan KEMENKES bahwa, seluruh data pelayanan kesehatan terintegrasi dengan sistem satu sehat dari KEMENKES.

MINI SEMINAR PARENTING
Sesi terakhir dalam kegiatan forkom adalah seminar parenting, dibawakan oleh Ibu Ignatia Ria Natalia, M. Psi. Psikolog. Mini seminar parenting dengan topik Bijak Hadapi Tantangan Antar Generasi diberikan kepada para orangtua siswa harapannya memberikan wawasan dan cara mendampingi putra-putrinya yang tentu mengalami kesulitan. Hal itu karena adanya gap generasi yang menyebabkan cara pandang yang berbeda. Dalam paparannya, Ibu Ignatia mengajak para orangtua memahami bahwa remaja menghadapi krisi. Adanya perubahan fisik, identitas dan lingkungan, remaja seringkali mendapat tantangan dan krisis seperti:1)mengalami kebingungan, 2) kecenderungan menagmbil keputusan secara cepat dan tidak berpikir panjang, 3) keraguan diri, 4) menghadapi konflik dengan teman, guru atau orangtua. Ibu Ignatia mengajak para orangtua mengenali karakter dari remaja, generasi Z. Ditekankan bahwa generasi z rentan terhadap stres, sensitif ketika menghadapi kegagalan. Selain itu generas z bergantung pada lingkungan sosial dan aktivitas sosial media. Ini semau tantangan bagi para orangtua bahwa setelah mengenali karakter tadi terbentuklah pemahaman dan akhirnya memudahkan para orangtua memberikan pendampingan kepada putra-putrinya.

Forkom yang berlangsung kurang lebih empat jam ini ditutup dengan sesi tanya jawab. Hal ini mendapat respon positif dari orangtua siswa yang konkretnya diwujudkan dalam penyampain pertanyaan yang ditujukan kepada pihak sekolah, psikolog maupun pihak klinik Atmajaya. Kepala sekolah merasakan puas dengan forkom kali ini karena semua dapat berjalan dengan lancar.
(Lusi/Guru BI SMA Strada Thomas Aquino)
Recent Comments