Rabu, 19 November 2025, hari yang dinanti-nantikan oleh anak-anak kelas X SMA Strada St. Thomas Aquino. Hari di mana anak-anak kelas X  dilatih untuk saling kerja sama dan solidaritas (peduli), menumbuhkan kemampuan mengatasi tantangan, mengasah kreatifitas dan inovasi, dan menumbuhkan hubungan baik dan empati pada sesama. Kegiatan ini merupakan kegiatan out bound yang selalu diadakan setahun sekali oleh SMA Strada ST. Thomas Aquino. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan kali ini juga memiliki tema besar, yaitu S.T.R.I.K.E yang mencangkup nilai-nilai Solidarity, Teamwork, Resilience, Innovation, Kinship, dan Empowerment. 

Kegiatan outbound tahun ini dilaksanakan di Lembah Cisadane Bogor. Siswa-siswi diminta untuk berkumpul di aula sekolah pada pukul 06.00 WIB. Siswa-siswi berkumpul di aula untuk pemeriksaan kehadiran dan pembagian kelompok kendaraan. Setiap kendaraan akan dicampur dengan kelas yang lain, sehingga siswa-siswi juga dapat saling mengenal dan mengakrabkan diri dengan teman yang berbeda kelas, Selama absensi, ada beberapa siswa yang tidak hadir karena sakit dan ada juga yang datang terlambat, walaupun begitu kegiatan tetap berjalan dengan lancar. Para siswa siswi langsung menuju ke kendaraan masing-masing dan berangkat ke lokasi.

Sesampainya di lokasi, siswa-siswi SMA Strada St. Thomas Aquino diberhentikan di lokasi bagian atas atau parkiran dan mereka diminta untuk berjalan kaki menuju lokasi perkemahan. Sesampainya di tempat kemah, siswa -siswi melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum akhirnya mereka bermain bersama. Siswa-siswi dibagi menjadi beberapa kelompok untuk bermain games yang telah disediakan oleh fasilitator Lembah Cisadane. Ada beberapa permainan yang telah disiapkan, diantaranya panah, roulette, building lego, papan maze, archery, galasing, edukasi reptil, flying fox, merangkak dilumpur, menyebrangi jembatan, dan menjatuhkan lawan di ban. Setiap kelompok mengikuti arahan dari fasilitator dan setiap fasilitator memegang dua kelompok untuk diarahkan ke permainan-permainan yang sudah disediakan, secara bergantian.

Saat melakukan permainan ada beberapa siswa yang mengalami luka ringan, tetapi panitia guru dengan cekatan mengobatinya. Di pertengahan permainan, anak-anak diberi kesempatan untuk beristirahat makan siang dan beberapa anak diminta mandi karena sudah bermain permainan yang berhubungan dengan air. Setelah makan siang dan istirahat sejenak, anak-anak melanjutkan permainannya kembali. Mereka semua menikmati kegiatan yang berlangsung, walau ada beberapa anak yang merasa jijik karena harus main di lumpur. Tetapi setelah mereka mencoba permainannya, mereka semua senang dan tidak mau berhenti bermain. Ada beberapa anak mengejar temannya yang belum kena lumpur, agar sama dengannya. Tawa dan ceria tampak di wajah mereka semua. Menurut mereka, semua itu tak hanya permainan biasa, tetapi juga sebuah pelajaran dan perkenalan yang tak terlupakan.

Sampai akhirnya pukul tiga sore, siswa-siswi diberi kesempatan lagi untuk bersih-bersih. Setelah itu mereka berkumpul kembali untuk pembagian kelompok tenda. Setiap tenda ditempati sekitar 6 siswa/siswi dan mereka tidak saling kenal atau berbeda kelas. Mereka menuju ke tempat yang diarahkan fasilitator dan mulai berkerja sama untuk membangun tendaanya, sesuai arahan. Terlihat jalinan kerja sama yang terbangun saat membangun tenda. Mereka saling tidak mengenal teman satu tendanya, tetapi keakraban dan kerja sama terbangun di waktu itu. Ada beberapa siswa yang memang mengenal teman satu tendanya, tetapi beberapa yang hanya kenal satu orang saja. “saya hanya kenal satu orang saja saat pembagian tenda. Awalnya canggung, tapi lama-lama terbiasa,” kata salah satu siswa. Setelah membangun tenda selesai, diberi waktu luang untuk mereka bebas melakukan kegiatan apapun sampai jam 7 malam. Mereka ada yang pergi jajan, ngemil, dan ada beberapa kelas yang menyiapkan penampilan kelasnya untuk malam puncak acara.

Sampai pada saatnya acara puncak yang ditunggu-tunggu. Para Fasilitator, siswa dan Bapak/ Ibu Guru berkumpul bersama membuat lingkaran besar mengelilingi api unggun yang dinyalakan. Siswa-siswi kelas X dengan antusias yang tinggi menikmati malam puncak kegiatan outbound pada saat itu. Satu persatu penampilan ditampilkan begitu indahnya. Penampilan ditampilkan dengan indah, semua itu hasil jeripayah mereka selama kurang lebih 3x latihan untuk menampilkannya. Tak ada yang jelek, semua penmpilan malam itu sangat bagus dan memukau. Setiap kelas memiliki ciri khasnya masing-masing. Ada yang musikalisasi puisi, bernyanyi, dance, dan ada yang juga menampilkan drama singkat. Satu persatu penampilan sudah ditampilkan, hingga saatnya penentuan juara. Beberapa kelas mendapatkan juara, tetapi ada 2 kelas yang belum bisa memenangkan lomba pentas malam itu. “Tetapi tidak apa, menang kalah itu biasa. Semua itu butuh proses,” kata salah satu guru pendamping. Setelah itu mereka melakukan refleksi atau peneguhan dari fasilitator. Beberapa anak menangis karena merasa bahwa selama ini mereka melawan orang tua dan guru. Di akhir peneguhan, siswa-siswi mendatangi gurunya dan meminta maaf untuk perilakunya yang memang belum bisa membanggakan. Akhir acara, pukul 11.30 WIB, acara sudah selesai dan siswa-siswi beristirahat di tendanya masing-masing karena besok harinya harus bagun pagi.

Hari ke dua,hari terakhir pada tanggal 20 November 2025, pada pagi harinya mereka sarapan dan setelah itu langsung melaksanakan kegiatan jalan sehat menelusuri sekitar sungai. Selama kegiatan itu, hujan rintik-rintik menemani mereka. Walaupun begitu, mereka semua tetap antusias mengikuti dan melaksanakan kegiatan tersebut. Kegiatan berjalan dengan lancar dan tidak anak yang sakit. Setelah mereka berjalan menelusuri sungai, mereka beristirahat sejenak. Waktu istirahat digunakan mereka untuk jajan, foto kelas, dan merapikan bawaannya. Fasilator memanggil mereka berkumpul kembali ke lapangan dan melakukan game perpisahan dan diakhiri dengan kata-kata perpisahan, serta doa penutup. Setelah itu mereka diberi waktu kembali untuk membereskan tenda dan kumpul kembali. Siswa-siswi mulai berkumpul dan menuju kendaraan masing-masing sesuai arahan guru pendamping. Mereka pulang tepat pada pukul 13.00 WIB dan sampai di sekolah dengan selamat pukul 15.00.

Penulis: Denta Pinasthika