Tangerang-SMA Strada St. Aquino, Terhitung sejak tanggal ditetapkannya libur masa pandemi ini pada tanggal 18 Maret 2020 sampai dengan waktu yang belum ditentukan siswa-siswi SMA Strada St. Thomas Aquino pun tetap melakukan kegiatan sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat sebelumnya, termasuk dengan kegiatan Ujian Sekolah yang pada saat itu pun sudah berlangsung selama 2 hari namun dikarenakan adanya pandemi virus Corona maka ujian sempat tertunda pelaksaannya. Akan tetapi sekolah pun membuat antisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19 dengan salah satu bentuk antisipasinya yaitu dengan meliburkan siswa-siswi beserta tenaga pendidik dan karyawan sekolah untuk tidak melakukan kegiatan belajar mengajar dan aktivitas lainnya disekolah. Himbauan tersebut juga diminta oleh gubenur setempat sebagai bentuk pencegahan. Maka dari itu sekolah-sekolah di beberapa wilayah termasuk SMA Strada pun membuat sistem pembelajaran secara on line atau yang disebut dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ), hal-hal yang dilakukan selama masa pandemi virus Corona ini guru dan siswa pun diwajibkan untuk bisa meneysuaikan keadaan dengan media on line, pembelajaran on line dan tugas on line. Media yang digunakan untuk menunjang pembelajaran ini berupa media Google Class Room, Youtube, Power Point, Agenda Sekolah dll.

         

Namun, memberikan PJJ secara kreatif yang dimaksudkan guru supaya tidak membuat siswa jenuh/bosan justru bukan perkara yang mudah untuk sebagian guru. Justru guru pun juga merasakan kesulitan yang sama dengan yang dialami oleh siswa di rumah bahkan untuk beberapa orang tua pun sama. Sebagai bentuk evaluasi PJJ dan bentuk arahan dari Kepala Sekolah SMA SMA Strada St. Thomas Aquino selalu mencoba mensharingkan hal tersebut dari berbagai sudut pandang temasuk siswa-siswi. Contoh opini yang diberikan oleh siswi seperti “kesulitan mendapatkan sinyal internet, keterbatasan kuota internet dan pendampingan pembelajaran di rumah yang kurang konsentrasi” hal tersebut dilontarkan oleh salah satu siswa “Bu, di rumah saya leptopnya sedang dipakai papa saya kerja, HP saya cepat panas kalau ada pembelajaran secara tatap muka lewat aplikasi web camp”. Kata-kata tersebut merupakan salah satu keterbatasan kita sebagai pendidik dalam hal PJJ. Adapun kendala lain yang dirasakan ketika ada murid yang orang tuanya pun tidak mampu untuk membeli kuota anaknya atau anak tidak memiliki HP sebagi media komunikasinya.

          

Maka hal tersebut butuh dukungan dari berbagai pihak, yaitu orang tua, guru, sekolah juga pemerintah agar situasi seperti ini dapat dipahami oleh semua pihak dan bisa bekerja sama dengan baik sampai pandemi ini selesai.

Adapun hal-hal positif yang bisa dirasakan oleh beberapa siswa, orang tua, dan juga guru mengenai kondisi saat ini, yaitu siswa bisa merasakan kedekatan dengan orang tua di rumah, guru bisa belajar menggunakan aplikasi baru yang sebelumnya tidak pernah dipakai sebagai pembelajaran, orangtua pun ikut berperan serta mendampingi belajar anaknya-anaknya dengan sabar dan mengerti kondisi anak belajar. Masukkan dari beberapa pihak pun banyak yang memberikan solusi seperti; Mendorong orangtua, guru, murid untuk memiliki daya juang belajar dalam menghadapi situasi darurat akibat pandemi Corona agar tidak hanya anak yang merasa kesulitan tetapi peran orangtua juga bisa memberikan motivasi kepada buah hatinya di rumah.

Di masa pandemi ini tidak membuat orangtua serta siswa-siswi merasa khawatir mengenai pembagian raport. Kebijakan dari sekolah pun membuat proses pembagian raport berbeda dari biasanya, raport tetap diberikan kepada orangtua dan murid melalui aplikasi Agenda sekolah yang sudah dimiliki oleh murid, orangtua pun bisa mendownload hasil belajar anaknya melalui media tersebut pada tanggal 4 April 2020. Adapun beberapa foto kegiatan yang sudah dilakukan oleh siswa-siswi selama masa pandemi ini dengan beberapa moment.