Ke-10 Thomasian bersama pendamping menghadiri acara Hari Anak KAJ, Sabtu 15 November 2025, di ICE BSD Tangerang. Dari kiri ke kanan (Christian Alvin X A, Benedictus Diandra X A, Samantha Callista Halim X A, Jenita Daivana X C, Yohanes Saleh, Vincenza Alana XII A, Ignatius Jovan XII B, Ignacius Deaven XII H, Elisabeth Felicia XII H, dan Evan Joy Franklin XII H).

Sabtu, 15 November 2025, bertempat di ICE BSD, kabupaten Tangerang, Hari Anak KAJ diselenggarakan. Ke sepuluh Thomasian dari kelas X dan XII, tergabung menjadi bagian dari 2.000 peserta anak dari seluruh Paroki dan sekolah di wilayah Keuskupan Agung Jakarta. “Anak Indonesia: Cinta Tuhan, Sesama, dan Alam Semesta menjadi tema utama. Acara berlangsung semarak dengan warna-warni kaos, bandana, dan berbagai macam merchandise. Kegiatan terbagi ke dalam 3 tahap, pertama ceremony pembukaan lalu diisi dengan talkshow, kedua setelah break makan siang dilanjutkan dengan dinamika kelompok dalam bentuk permainan dan ditutup dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Kardinal Suharyo, bersama tiga Uskup dan para imam Keuskupan.

Kepada para peserta, khususnya para Thomasian, yang mewakili sekolah; ketika ditanya hal apa yang paling berkesan dari acara tersebut, mereka kompak menjawab, dinamika kelompok. Ya. Menurut mereka panitia telah berhasil mengemas dan menyatakan tema acara dengan tepat. Dinamika kelompok yang mereka lakukan adalah games yang secara tidak
langsung memberi arti bagaimana mereka bisa melihat dan merefleksikan Cinta Tuhan lewat permainan Puzzle, bahwa meski dalam kenyataan kita merasa Cinta Tuhan terbagi-bagi atau kadang merasa tidak terbagi rata, tetapi Ia adalah kesatuan yang utuh dari kepingan-kepingan suka-duka, tantangan dan syukur atas hidup ini.

Berdinamika di dalam kelompok masing-masing yang terbagi dalam kelompok SMP dan SMA. Kemudian terlibat dalam permainan seperti menyusun Puzzle, Octupus terbelit dan Daun-Pohon harapan.

Berdinamika di dalam kelompok masing-masing yang terbagi dalam kelompok SMP dan SMA. Kemudian terlibat dalam permainan seperti menyusun Puzzle, Octupus terbelit dan Daun-Pohon harapan.

Perasaan yang sama dalam permainan Octopus Terbelit. Dimana dalam permainan ini mereka harus bekerja sama dalam kelompok membentuk lingkaran utuh dari jabatan tangan yang terbelit. Mereka akhirnya bisa membentuknya dan merefleksikan betapa masalah, tantangan atau badai yang dirasakan bersama perlu dijinjing bersama melalui belarasa atau empati. Akhirnya, Cinta kepada semesta diwujudkan dengan menanam pohon bakau ke dalam pot. Sebagai wujud nyata cinta dan menjadi bagian dari alam. Serta ditutup dengan menulis harapan dan aksi nyata pada daun-pohon harapan. Harapan untuk anak negeri dan alam semesta.

“Saat acara, begitu banyak hal yang seru dan menyenangkan. Saya sangat senang dan bersyukur karena berkesempatan untuk bertemu Bapak Kardinal Suharyo dan Father Enzo di acara ini. Saat bagian permainan, saya juga senang karena dapat berkenalan dengan teman-teman dari paroki lain. Acara ini memberi manfaat dan dampak positif bagi saya karena dengan
mengikuti Hari Anak KAJ 2025, saya menjadi semakin paham akan pentingnya mencintai Tuhan, sesama, dan alam semesta. Saya belajar banyak hal dari acara ini dan saya berharap dapat dengan baik mengimplementasikan pelajaran yang saya dapatkan dalam kehidupan sehari-hari”, demikian kesan dan pesan dari Alana, Thomasian dari kelas XII. Sementara, Jenita Daivana, Thomasian X  berkomitmen untuk mencintai Tuhan dengan selalu bersyukur, dalam keadaan duka maupun suka, selalu berterima kasih. Serta berjanji untuk bisa mencintai sesama dengan mengerti keadaan orang lain dan tidak memaksakan kehendak. Tidak lupa juga untuk mencintai alam dengan tidak membiarkan alam semesta ini rusak melainkan dirawat seperti rumah sendiri.